Pengalaman

Cerita Sex Dewasa Pengalaman

Cerita Sex Dewasa | Ini adalah kisah nyata dalam perjalanan hidupku kira-kira sepuluh tahun yang lalu, terjadi sebelum akhirnya nasib mempertemukan aku dengan suamiku sekarang ini, dan kami telah 6 tahun menikah diagerahi 2 puteri yang cantik, dan atas seijin suami tercinta pula kisah ini kutulis.
Namaku sebenarnya Warsini, waktu itu usiaku baru 17 tahun, tinggal di kota asalku desa Geulis di Kabupaten Indramayu, sebuah desa miskin dimana ayahku seorang buruh tani yang tak punya sawah.

Cerita Sex Dewasa Pengalaman

Aku mulai karirku sebagai panggilan setelah putus sekolah kelas 2 SMEA, aku putus sekolah karena tidak mau dikawinkan oleh orangtu , jadilah aku berangkat ke Jakarta seperti teman-temanku yang lain, dengan perantara seorang GM pemilik salon di kota itu, koh Aming namanya.

Di Jakarta aku bekerja di salon Queen dibilangan Jembatan Lima, sebuah salon yang dilengkapi dengan kamar VIP untuk massage dan kolam renang kecil. Aku diajari macam2 keahlian salon, dari massage, manicure, roll dan lain-lain. Disana aku bekerja dengan 10 asisten capster yang rata-rata cantik dan seksi.

Aku disana diminta memakai seragam celana pendek dan kaos ketat, termasuk juga dibelikan celana dalam yang kecil sekali dan BH yang bisa membuat payudaraku menyembul. Herannya, kalau sudah menjelang jam 5 sore seragam celana pendek diganti dengan bahan yang nerawang (transparan), jadi kalau dipakai tentu saja pangkal pahaku terlihat jelas dan hanya dibalut celana dalam kecil.

Singkat cerita, hanya dalam 2 bulan aku bekerja di Salon Queen, kenalanku sudah banyak, dari mahasiswa sampai oom-oom yang usianya udah kepala 5. Mereka selalu meminta servis lebih dariku, dari aku disuruh telanjang bulat waktu massage sampai diminta Hand-job, waktu itu aku masih menolak bila diajak ML disana, malu dan takut ketahuan….dan karena banyak tamu salon yang naksir aku, akhirnya aku dipekerjakan disebuah SPA di bilangan Lokasari. Karena kemiskinan itu pulalah yang membuat aku bulatkan tekad untuk bekerja ’apa saja’ seperti teman yang lain, karena setelah mereka setahun bekerja . mereka kelihatan makin cantik dan bisa pulang membawa uang banyak.

Pertama datang aku diantar menghadap Boss, Koh San, laki-laki telah berumur kira-kira 50 tahun, disertai dengan 2 orang pegawainya, satu perempuan – yang kemudian kukenal dengan nama mbak Ana, dan laki-laki baya bermata sipit yang aku yakin dia keturunan cina, walaupun kulitnya kehitaman.

Aku ditanya apakah sudah siap kerja, kujawab ,

“Ya aku siap oom’’ ,
“dan apa sudah mengerti cara kerjanya Neng?“,

kujawab “ Belum“

“Coba neng kamu lepas bajumu“ Aku lepas semua baju luarku, tinggal celana dalam dan BH-ku saja, aku sangat Pede karena banyak orang bilang kalau tubuhku bagus. Postur tubuhku yang 168 cm, berat 50 dan ukuran 36B, ditambah kulit tubuhku yang kuning-kecoklatan mulus, wajah cantik mirip Devi Permatasari (kata orang sih)

“ Semua neng !“ katanya memerintah….

aku lakukan perintahnya, aku telanjang bulat didepan tiga orang itu. Koh San dan lainnya berdiri mengelilingiku.

‘Bagus..!’ katanya, tidak ada cacat maupun panu. Buah dadaku kiri dan kananku dipegang sebentar
“Kamu harus rajin pakai minyak bulus Neng, supaya buah dadamu kencang dan besar“ katanya, lalu tangannya meraba seluruh jengkal tubuhku, meraba bagian kewanitaanku, dan meremas-remas pantatku, aku jadi panas dingin karena diperlakukan seperti itu sambil ada 2 orang lain yang memandangiku.
“Sekarang kamu pakai handuk ini, bajumu biar disini dulu, ikut Anna“ katanya sambil melemparkan handuk hijau, aku pakai handuk itu untuk menutupi tubuhku.
“Kamu akan diajari cara memijat dan servis tamu, perhatikan dan lihat cara servis tamu yang benar neng !“ kata mbak Anna.
“ Ayo ikut aku“ katanya. Mbak Anna jalan santai kekamar tempat pijat diikuti cowok tadi, yang matanya tidak pernah berkedip memandangi tubuhku. Disana aku lihat kolam renang kecil,’panas‘, dan tempat fitness dan juga ruang karaoke dan bar. Aku juga melihat boss orang cina yang sedang mandi di kolam VIP, ditemani oleh 2 cewek yang kelihatanya telanjang bulat.

Kami bertiga masuk kedalam, mbak Anna langsung melepas bajunya, tinggal BH dan CDnya yang kecil.

“Sini Boy tak servis“ katanya pada cowok tadi,
“Buka bajumu Boy, kamu duduk disana aja Rin, tarik kursinya dekat sini, perhatikan baik-baik“ katanya.
Cowok yang dipanggil Boy tadi melepas bajunya sampai telanjang bulat, dan kemudian naik ke ranjang pijat, disana telah ada mbak Anna yang duduk menunggu.
“Tamu disini umumnya nggak mau dipijat Rin, dan kamu baiknya langsung saja telanjang Rin, supaya tamunya cepat terangsang“ katanya
“Kalau ada yang minta caranya begini, perhatikan !“ , mbak Anna mulai memijati punggung Boy, kemudian betis dan paha Boy. Sampai pada pangkal paha boy, tangannya menggerayangi bagian belakang barang si Boy yang telungkup , kulihat Boy mulai kegelian. Kemudian mbak Anna mulai melepas BH dan CDnya,
“Gitu saja rin, hanya syarat, dan sekarang perhatikan aku mau servis Body Massage, boy kamu diam saja disitu“ katanya. Mbak Ana mengambil sabun cair khusus untuk body massage, setelah membasahi badannya dengan air hangat, dia melumuri badannya dengan sabun itu, kemudian ganti badannya si Boy dibasahi dan dilumuri sabun yang sama. Aku lihat Boy merem melek, dan senjatanya telah berdiri tegak.Cerita Sex Dewasa

Kemudian mbak Anna naik keranjang, menelungkup diatas Boy, kemudian dengan buah dadanya yang cukup besar, digosok-gosok dan diputar-putar diatas dada Boy, kemudian turun dibawah perut dan dipaha Boy, punting mbak Anna disenggolkan ke senjata siBoy, kemudian terus ke paha kiri dan kanan, balik lagi keatas.

“Balikin badanmu Boy“ katanya memerintah sambil kembali melumuri badannya sendiri dan punggung Boy dengan sabun. Kemudian mbak Anna kembali menggosok gosokan payudaranya dipunggung, pantat kemudian paha si Boy. Boy merem melek, kegelian, tapi mbak Anna kelihatan sudah ngos-ngosan kecapekan dan Mbak Anna segera turun dari ranjang,
“Nah begitu Rin, kamu harus sabar melayani tamu, kalau capek bisa istirahat sebentar” Aku sangat terkesima dan terkejut melihat pekerjaan Body massage yang nantinya harus aku lakukan terhadap tamu. Aku terkejut ketika Boy mendekati aku, dia masih telanjang bulat, dia memegang bahuku

“Sekarang kamu harus praktek Rin” katanya, aku diam saja sampai mbak Anna bilang
“Iya Rin, coba kamu praktekan, nanti kalau salah tak betulin” katanya sambil mengeringkan badannya.
“Kalau tamunya puas kamu akan dapat tips banyak, Boy kamu diam saja diranjang, dan jangan kurang ajar ke Rini ya”

Boy nyengir saja, dengan berat hati aku lepas handuk satu-satunya yang menutupi tubuhku, kubulatkan tekadku, dan aku basahi tubuhku dengan air hangat dan sabun seperti mbak Anna tadi.

“Asyik nih, gue mau diservis cewek cantik” kata Boy sambil nyengir kearahku. Aku basahi lagi badan Boy dengan sabun, sampai pada burungnya yang tegak, aku sengaja melumuri dengan sabun cair dan sengaja aku elus agak lama.

“Waduh, bisa keluar nih” katanya,aku tak perduli, aku terus melumuri sabun cair sampai belahan pantatnya.

Lalu aku lakukan pijat payudara seperti mbak Anna tadi, aku tempelkan seluruh tubuhke ke badan Boy yang telanjang, perlahan aku putar buahdadaku di dada Boy, putar-putar 3 kali, tak sadar vaginaku menyentuh batang si Boy yang sudah tegang penuh, tapi karena licin, batang itu hanya bergerak-gerak dipangkal pahaku, Boy kegelian, tangannya meremas pantatku, kadang-kadang ingin meremas payudaraku tapi tak berhasil, karena selalu aku gerakan dan aku putar.

“Sudah bagus Rin, sebentar aku mau ambil Kondom” kata mbak Anna, aku sempet berpikir kondom buat apa, tapi dia keburu keluar kamar.

Kuteruskan praktek body massage ke Boy, tangannya kurang ajar mencoba memasukkan jarinya kevaginaku. Aku bergerak turun, kuputar-putar buah dadaku di penisnya sampai ke kantung penisnya, dia merem melek.

“Mas Boy tolong badannya dibalik” kataku.
“Yang sini belum Rin” katanya sambil menunjuk bahunya, aku geser badanku keatas, karena licin buah dadaku sampai kedepan mukanya, dia menciumi buah dadaku, aku kaget, tapi aku diam saja.
“Duh, aku nggak tahan Rin” tiba-tiba dia bangkit, aku terkejut dan terpeleset, kesamping badannya,

“Rin aku yang ganti mijat, aku nggak tahan Rin” katanya,
“Jangan Boy, nanti mbak Ana marah lho” kataku, dia tetap nekad, jadinya sekarang terbalik, aku yang telentang diranjang, Boy yang duduk sambil meremas buah dadaku, meraba vagina dan seluruh jengkal tubuhku.

‘Dimasukin sebentar ya Rin’ katanya
‘Jangan Boy, aku nggak mau !’ protes.
‘Nanti kalau kamu sama tamu juga harus mau Rin, sebentar saja ya’, tangannya memegang rudalnya yang siap dimasukin ke vaginaku, tiba-tiba suara pintu terbuka dan mbak Anna masuk.
‘Hei kamu lagi ngapain, turun Boy, jangan kurangajar pada anak baru’ perintahnya, boy agak blingsatan turun dari ranjang.
’Mandi sini boy, aku mau ajarin Rina servis tamu’ kata mbak Anna.

Boy turun dan mandi, dimandiin mbak Anna,

“Gini Rin, badannya tamu sesudah dibersihkan dicuci pakai Betadine, sabun merah ini, juga barangnya” katanya santai.

Aku perhatikan nmak Ana mencuci barangnya Boy, aku ikut mandi disampingnya, setelah mandi, mbak Anna dan Boy kembali ke ranjang, boy telentang di ranjang, mbak Anna mengocok rudalnya Boy.

“Sekarang perhatikan Rin, biasanya tamu setelah body massage minta main, kamu harus mau karena bayarannya dobel“ katanya santai, sementara dia masih mengocok batang Boy yang tidak kunjung berdiri.
“Kita harus servis tamu, kalau kamu ragu-ragu pakein aja kondom, tapi biasanya tamu nggak mau pakai kondom kalau diisep“ katanya enteng. Aku jadi merinding, karena ternyata aku nanti harus mengulum penisnya tamu. Meskipun aku sudah pernah melakukannya, tapi aku merasa tidak biasa.Cerita Sex Dewasa

“Ini Boy aku pakein kondom, aku nggak mau isep Boy tanpa kondom,….. hey Boy kenapa nggak bisa bangun nih“
“Habis yang ngocok mbak Anna sih, tiap hari ketemu” kata Boy
“Rin kesini, bantuin ini“ kata mbak Anna sambil bangkit melepas BH dan CDnya lagi.

Aku duduk ditepi ranjang, memegang rudal Boy mengocoknya pelan, Boy menarik handuk dari tubuhku.

“Nanti kamu diapain saja sama tamu harus mau Rin“ kata Boy, aku diam saja ketika Boy mengusap payudaraku, kemudian memintir puntingnya perlahan, aku tidak merasakan apa-apa karena pikiranku masih tidak menentu.

Pelan-pelan rudal Boy bangkit, lama-lama makin keras.

“Pasangin kondomnya Rin“ perintah mbak Anna
“Kamu harus pandai pura-pura terangsang Rin kalau tamunya lagi ngerjain kamu” kata Boy.

Setelah kondom terpasang, mbak Anna naik ranjang lagi.

“Perhatiin Rin, kamu servisnya harus urut seperti ini, dan kamu disitu saja dulu, jangan turun dulu, kadang-kadang tamu minta diservis dua cewek…“

Mbak Anna mulai menjilat leher dan belakang telinga si Boy, aku diam saja setengah berbaring disisi Boy, sementara tangan Boy masih rajin meraba dan mengelus buah dadaku.

Kemudian turun menjilati kedua punting si Boy, bergantian sebelah kiri dan kanan, Boy mulai kegelian, tambah sering meremas buah dadaku – kelihatannya dia tak berani menyentuh buah dada mbak Anna, jadinya punyaku yang jadi sasaran.

Mbak Anna turun lagi kearah lipatan paha Boy, menjilati samping batang penis Boy, tapi tak kunjung dikulum, malah terus menjilatin paha Boy.
Boy blingsatan, malah menarik punggungku dan berusaha mengulum punting, buah dadaku, aku tidak bereaksi dan terus melihat mbak Anna.

Kala itu perasaanku campur aduk, antara menolak, agak jijik, dan bayangan akan kemiskinan yang selalu menghantui bila aku tidak melakukan pekerjaan seperti ini, silih berganti dibenakku.

Kepalang basah lah ! pikirku, aku tidak berkonsentrasi ketika bibir Boy akhirnya dapat menangkap punting buah dadaku, jangankan terangsang, terasapun tidak karena pikiranku kacau.

Akhirnya aku sampai melihat mbak Anna menjilati seputar batang Boy, kemudian mengulumnya, dilepas lagi, dijilatin buah pelirnya dan dikulum lagi, Boy merem melek ikut menjilati puntingku, aku diam saja, terlintas bayangan dosa dibenakku………..

Tiba-tiba mbak Anna bangkit dan turun dari ranjang, “Sudah Rin terusin…..” katanya

Aku kaget dan terdiam “Maaf mbak aku belum siap kalau sekarang…“ kataku.

“Cobalah Rin…“ kata Boy kegirangan, “dan kau harus pura-pura mendesah nafsu“ Aku diam saja.
“Ya cobalah Rin, mulai dari atas“ kata mbak Anna.

Karena aku tidak mau membuat masalah pada hari pertamaku kerja, aku menurut saja, kubulatkan tekadku, dan mulai menjilat leher Boy. Boy menahan bahuku, malah dia yang melorot turun mengecupi buah dadaku yang menggantung indah, puntingku dijilat bergantian.

Aku terus mempraktekkan teori servis ala kartika yang baru dicontohkan mbak Anna, aku ganti menjilatin puntingnya Boy dengan mendesah pura-pura bernafsu, terus turun diselangkangan Boy, aku jilat pangkal pahanya, dan tanganku masih rajin mengelus batangnya……tiba-tiba, “Uuuuh…….“ lenguh Boy, dan kemudian crot….crot….crot….. Boy keluar tanpa dapat dikontrol lagi.

Aku kaget, karena tidak mengira Boy keluar secepat itu, dan tidak siap Spermanya membasahi seputar leherku dan ke rambut, untung tidak masuk mulut.

Mbak Anna tertawa cekikikan, aku jijik langsung melompat ke shower membersihkan sperma Boy dari Tubuhku.

Itulah pengalaman pertamaku mulai karir sebagai wanita pemijat, di Spa yang ternyata sangat terkenal dengan pijat exotic ala “Thailand “, dan aku dapat Nomor panggilan 102 dan khusus hanya masuk siang, karena tamunyapun sopan-sopan, kebanyakan bapak-bapak yang mau BSB (bobok siang bareng) dengan sex kilat.

Hari hari pertamaku kulalui dengan sukses, walaupun aku masih sering jijik kalau melihat penis tamu yang bentuk dan ukurannya macam-macam. Ada yang orangnya kurus tinggi tapi penisnya besar, kalau yang gemuk biasanya kecil

Aku biasa melayani tamu 2-4 kali dalam sehari pada bulan-bulan pertama aku kerja, tapi pada bulan ketiga tamuku naik menjadi 4-6 tamu dalam sehari, banyak yang membooking aku 2 jam.

Sekedar informasi, kala itu (tahun 2001 – 2003), kalau anda massage ke sana, bayar kamar Rp. 100.000,- dan kalau servis Body Massage anda harus kasih ke ceweknya Rp 200.000 ,- dan kalau sama main, anda harus mengeluarkan lagi Rp. 250.000 dari kocek, tapi temenku ada yang buka harga Rp. 400.000 untuk body massage sekaligus main.

Kalau urusan body massage dan main, ya rata-rata begitulah, standard saja, tapi yang lebih repot adalah melayani tamu yang biasanya sudah berumur, habis dipijat, minta ditemani di jacuzzi dan aku disuruh telanjang bulat saat renang.

Akupun mulai belajar memenuhi keinginan fantasy sexual para tamu, dengan masuk berdua maupun bertiga (three in one, dengan 2 cewek ) , tapi dengan dengan rayuanku aku bisa memaksa para tamu untuk bercinta two in one atau three in one, jadi aku tidak terlalu capek untuk menservis tamu.

Dan kadang-kadang kalau three in one, aku bagian yang main saja, yang body massage dan servis temanku yang lain. Aku nggak mau kalau tamu minta servis bergantian, karena aku masih jijik bila mengulum tamu bekas ludah temanku sendiri, paling-paling ya aku servis (mandi kucing dan ngemut) dan mainnya sama temanku, atau sebaliknya.

Aku juga makin pandai dalam berimprovisasi melayani tamu, begitu juga improvisasi cara mengulum (blow Job), biasanya aku mulai dari leher, turun ke bahu…sambil mengecup punting bergantian – semeentara tangan kananku mengelus burungnya. Blowjob mulai dari sisi paha sebeelah kiri atau kanan, naik ke telurnya…… tapi aku belum memasukkan batangnya kemulutku, supaya tamu tambah penasaran…….

Setelah lidahku main-main dibuah pelirnya, sesekali bibirku menyentuh ujung penisnya,dan setelah sepuluh menit aku masukkan batang penisnya, kukulum, jilat, sedot sampai deepthroat, sementara kupejamkan mataku menikmati keenyalnya otot penis tamuku.

Kalau ada tamu yang minta dari belakang atau miring – dimasukkan dari samping aku mau saja, karena sambil meraba buah dadaku, kebanyakan mereka cepat sekali keluarnya, paling-paling 5 menit sudah keluar, tapi kalau ada tamu yang susah keluarnya, daripada aku capai, sambil kugoyang aku biasanya pura-pura kejang dan teriak’….mas..mas…och..aku keluar!” pasti dia ikut keluar.

Aku paling nggak suka kalau tamu menyuruhku diatas (woman on top), aku tidak dapat mengontrol keluar-masuknya penis, dan kalau penisnya keras biasanya mengganjal didalam rahim.

Kalau tamunya bule, mereka paling seneng malah gaya WOT itu, jadinya aku malah sering sampai orgasme. Selain penisnya kras dan kenyal, biasanya bule mengajak french kiss yang membawaku kealam romantis.

Banyak tamu yang selalu kembali membokingku, banyak yang bilang kalau si Rini badannnya bagus, ada yang bilang BJnya enak dan lain-lain, tapi memang yang paling banyak dikomentari tamu adalah badanku bagus.
Karena aku hanya masuk siang, langganankupun bukan orang sembarangan, banyak orang yang aku tahu sering masuk TV, dari pemain bulutangkis ngetop, pemusik, bintang film /pembawa acara yang sekarang masih sering nongol di acara MMA di RCTI.

Itulah kisah awalku menjadi pelacur professional, pengalaman ku melayani tamu, akan kuceritakan secara rinci sesuai dengan kejadian sesungguhnya – pengalaman yang lebih seru aakan aku tulis pada episode mendatang.

(2)Tiga tamuku yang spesial

Pada bagian ini aku ceriterakan pengalamanku melayani tamu-tamuku selama aku bekerja, terutama tamu yang membuatku berkesan, atau tamu yang dapat membuatku hanyut, yang akhirnya layananku yang biasanya standar menjelma menjadi layanan yang penuh nafsu dan gelora.

Ceritaku dan pengalaman sexualku yang ditulis dalam cerita ini semua nyata dan benar-benar terjadi, dan untuk mas Willy, Mr. Takenaka san dan mas Aris (nama samaran) salam dan semoga bahagia dengan keluarga kalian masing-masing.

(1) Willy

Sebut saja mas Willy, pria gagah, tampan dan lembut yang waktu itu (1999 – 2002) sering membintangi film laga/action.

Willy datang SPA seperti tamu kebanyakan, ngobrol dengan cewek sambil minum, baru kemudian masuk. Aku bertemu tanpa sengaja, ketika aku keluar mengantar tamuku yang baru boking aku, dipintu masuk dan bersenggolan dengan dia, celakanya tanganku terkena rokoknya.

“Aduh maaf Neng, sakit nggak”

“Ya sakit dong,…..hati hati dong mas, didalam ruangnya AC, nggak boleh merokok” sahutku ketus, dari ketidaksengajaan itu akhirnya Willy mengajak masuk aku untuk paket massage dan spa 2 jam.

Saat itu, seingatku aku sudah 4 bulan bekerja disana, aku sudah mulai berani menggoda dan bergenit-genit terhadap tamu

Aku mulai memasang perangkap, karena rok terbuat dari bahan kaos, pada saat menuju kekamar rok yang sudah pendek tadi sengaja aku naikkan lebih keatas lagi dan aku basahin, sehingga (maaf) pantatkupu hampir kelihatan, aku gandeng mas willy dengan mesra, lengannya aku tempelkan ke buah dadaku.

Baca JUga Cerita Sex Elvina

Dia memesan kamar VIP yang lebih luas dan dindingnya semua diberi cermin, sampai dikamar dia duduk dan menghidupkan rokok. Aku pura pura duduk dipangkuannya sambil mempreteli kancing bajunya, pelan pelan aku buka bajunya, kelihatan dadanya yang bidang dan kekar dengan parfum yang exsotis sekali, aku jadi berdesir melihat penampilannya itu, dia tersenyum simpatik.

“Kamu juga lepas dong Rin” katanya

Aku tersenyum genit, sambil berdiri kulepas kancing blus ku, tapi aku tidak segera melepas blus itu tapi malah melepas BHku saja, buah dadaku yang semula 34B, setelah tiap malam aku olesi dengan krim, tampak lebih besar dan kencang, kini bergelantungan bebas dengan penting yang mencuat, ditutup blusku dari kain saten yang terbuka, menjadi tonjolan puntingnya terbayang jelas, aku yakin kalau mas Willy akan cepat terangsang.

Aku kembali duduk kepangkuannya, aku busungkan dadaku sehingga satu buah dadaku tersembul keluar.

“Lho kok belum dilepas ?” katanya
“Kan mas masih merokok” kataku, mas Willy segera mencium buah dadaku, ketika lidahnya menyentuh ujung puntingku, tanpa aku sadari, aku menggeliat kegelian. Tanganku mengelus dadanya yang bidang, makin geli rasanya ketika tangan Willy mengelus buah dadaku yang sebelah, sementara puntingku yang lainnya dikecupin dan dijilati tanpa henti.

Seperti ada perasaan aneh campur geli, tapi aku membiarkan saja buah dadaku dimainkan lidahnya, nafasku jadi memburu tanpa kepura-puraan.

Aku merosot dari pangkuan mas Willy, berjongkok didepannya, dan aku balas dengan mengecupi dan menjilati puntingnya bergantian, sementara tanganku mencoba membuka celananya. Kulihat mas Willy kegelian, dia membuang rokoknya. Aku terus berusaha membuka celananya, dan akhirnya aku menemukannya, batang yang putih bersih dengan rambut yang sudah dipotong rapi, ada perasaan aneh melihat penisnya, putih bersih dengan otot yang menonjol, sepertinya ada perasaan yang mendorongku untuk segera melumatya.

Jilatanku turun dari dadanya keperut, dan mendekati ujung penisnya, tiba-tiba dia berdiri, dan menarikku berdiri, dia mencium bibirku dengan penuh nafsu.

Aku kaget dengan perlakuan seperti ini, setelah 5 bulan kerja, baru kali ini aku diajak ciuman bibir, karena tak ada pilihan lain aku balas menciumnya, dan tangannya dengan lincahnya melepas blusku, rok ku, dan aku lepas sendiri celana dalamku.

Tanpa aku sadari aku juga ikut bernafsu, tanganku segera mencari cari penisnya, mudah kutemukan karena celananya sudah melorot. Aku elus penisnya yang sudah menegang sempurna.

Aku cium dan jilatin belakang telinganya, mas willi segera membalik badanku dan menciumin tengkuk, aku jadi bergidik dan sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi.

Tanganku kebelakang meraih kejantananya, aku ingin segera mengulumnya, tapi mas willy menahanku untuk berbalik sambil meremas kedua belah buah dadaku dari belakang, sambil terus menciumin leher dan tengkuk.

“Aiih,……mas…..mas…” tanpa kusadari aku mendesah, kali ini tidak pura-pura.
“Uuuuh, …eeeitt” tiba-tiba tubuhku dibopong mas willy, aku berpegangan lehernya, sehingga buah dadaku tersaji didepannya, dengan kekuatan ototnya, bopongannya terhadapku dipererat sampai buah dadaku tepat didepan mulutnya, dilumatnya lagi buah dadaku.

Aku diletakkan diranjang, mulutnya tidak lepas dari buah dadaku, aku hanya memejamkan mata dan mendesah, tidak tahu harus berbuat apa, aku mau bangkit dan membalasnya dengan mengulum dan menjilatin senjatanya.

“Mas…sini mas ganti aku yang servis….” Kataku
“Kamu diam saja Rin” dia menahanku, dan membuka kedua pahaku, serasa aku sangat siap menanti keperkasaan penisnya….
“Ahhhh……” terasa lidah yang hangat menyentuh bibir vaginaku, aku kaget, nafsuku bangkit, aku buka kedua pahaku lebar-lebar, dia menjilati terus vaginaku, baru kali ini aku mendapat perlakuan dari laki-laki.
“Mas…….mas,…..jangan mas,…….ahhhhh, “

Selang beberapa lama jilatanya berhenti, dia siap memasukkan penisnya,….. tapi aku segera mencegahnya “ Mas, aku belum…” kataku sambil memeluk dan menggelayut kebadannya sehingga dia terjatuh telentang diranjang, aku bangkit dan dengan menahan nafsu bibirku langsung mencari cari penisnya.

Setelah ketemu, aku kulum perlahan, aku jilat ujung penis yang telah basah terus turun sampai pangkal penisnya, turun lagi kusedot kantung pelirnya, aku jilat juga, sampai ke paha dengan penuh kelembutan, sebelumnya tidak pernah aku servis tamu seperti itu.

Kupandangi muka yang tadi perkasa, sekarang menyeringai kegelian.

“Rin….rin……..aduh enak sekali Rin,…..” gumamnya, dia memegangi kepalaku mendekatkan ke selangkangannya, akupun tidak kalah, dengan liarnya kujilati semua yang ada diselangkangan itu, aku sedot penisnya, dam setelah lebih dari 10 menit aku mengulumnya, aku jadi tidak sabar untuk merasakan keperkasaan penis itu dalam vaginaku. Aku bangkit dan mengangkangi penisnya, kedua tanganku mendekatkan penis kelubang kewanitaanku, dan, blessss,…penis itu masuk semua.

Perlahan tapi pasti , mas willy menggerak-gerakan pinggang dan penisnya keatas`dan kebawah,….tanpa terasa akupun menyambutnya dengan mencabut dan menancapkan lagi vaginaku ke penisnya……… dan kurasakan hangat …aaahhhh..aku merasa ada sesuatu yang baru dalam hidupku,….tiba-tiba aku lemas (mungkin orgasme dini) sehingga aku malah jatuh telungkup diatas mas Willy.

Dengan sayangnya mas willy menyibakkan rambutku dan mengecup bibirku, dia memelukku rapat-rapat.

Aku terasa melayang, dan……ya Tuhan apa ini yang dinamakan cinta ??? Tiba-tiba terdengar panggilan di intercom, ‘tuuut…….tuuut….”

Aku bangkit, terdengar suara dari intercom tersebut “102,….sudah satu jam di VIP, mau terus di room apa ke Jacuzzi…” , brengsek pikirku,

“Mas,….. mau diterusin disini apa…..nggak?? Tanyaku kepada mas Willy
“Iya dong, kan kita belum apa-apa” katanya

Setelah aku jawab intercom itu kesadaranku berontak, ingat wajah Papi dan mbak Anna, dan ingat kalau aku disini bukan untuk memadu cinta, tapi untuk bekerja.

Kembalinya dari terima intercom, kulihat mas willy masih tidur telentang tapi penisnya masih tegak perkasa, aku mulai sadar.

“Mas aku cuci dulu ya…”
“Nggak usah Rin, nanggung…” katanya
“Aku kebelet pipis mas,……..” dia tidak dapat menahanku lagi.

Ketika air dingin menyiram vaginaku, kesadaranku pulih, aku tidak boleh hanyut, dan masih dengan telanjang bulat aku datang ke mas Willy, kemudian aku minum air dingin dari botol aqua yang telah tersedia, kini nafsuku telah benar-benar turun, lalu aku mendekati mas Willy.

“Mas,…….aku tadi sudah keluar” kataku
“Oh ya, yuk kita main lagi sampai puncak, kan aku belum keluar…” katanya

Aku cepat-cepat menaikinya, aku ciumin lehernya, belakang kepala, dadaanya, dan lain-lain sesuai dengan prosedur standar.

Karena mas Willy memang belum keluar, maka tak heran penisnya aku kulum 5 menit saja dia sudah minta main.

Aku telentang dengan paha yang terbuka lebar, sambil mendesah, kali ini desah kepura-puraan.Cerita Sex Dewasa

“Ohhh,…ayo mas,…aku ingin keluar lagi”

Willy bangkit, dengan perkasanya dia memasukkan penisnya ke vaginaku, dan bleess, penis itu masuk semua, dan dia mulai menggerakkan penisnya, tarik ulur secara perlahan, aku tak kalah menggoyangkan perlahan pinggulku.

“Ahhh,….ah…..mas..”

Kepalannya menunduk, menciumi buah dadaku……aku menyambutnya dengan membusungkan dada, dan kocokan penisnya ke vaginaku makin lama makin cepat.

“Ohh Rin…..aku mau keluar”, kocokannya tambah cepat
“Ahhhh,…aku iya mas, ..cepat mas” sahutku, sambil menuntun tangan kirinya ke buah dadaku, dan ddsegera meremasnya, dan……
“Aaaaakhhhhh,….” Jeritnya, dia menumpahkan semua spermanya kedalam vaginaku, dan aku tak ketinggan,
“Iiiiihhhhh,…uh…..” aku juga menyahut jeritannya itu.

Jadilah mas Willy tumbang diatasku, kepalanya tepat dibuah dadaku.

Aku kasihan, dan bangga dapat memuaskan mas Willy, yang biasanya aku langsung melompat cuci bila tamu sudah keluar, tapi kini aku diam saja, memeluk kepala mas willy, dan kurasakan cairan spermanya meleleh keluar dari vaginaku.

Dalam jangka 3 bulan kedepan, mas Willy menjadi langganan tetapku, dan dia selalu ingin mengajakku menginap di Hotel, dan aku tidak pernah mau, takut kalau nafsuku bangkit lagi dan menjelma menjadi rasa cinta terhadap mas Willi

Setelah 10 – 12 kali mas Willy rutin boking aku, sampai akhirnya dia sekali lagi mengajakku bermalam di Hotel, tapi ketika aku jawab aku tidak bersedia, dia langsung memberi aku uang Rp 500.000,- tapi tidak main, dengan muka cemberut dia langsung keluar kamar, aku jadi berdiri termangu.

Hari-hari berikutnya dia tidak pernahdatang kepadaku, dan tidak pernah mampir pula ke Spa tempatku bekerja.

Maafkan aku Mas.

(2) Koh Anton

Koh Anton adalah peranakan Cina-Jawa, bekerja pemilik pabrik ******* dikawasan Tj.Priok.

Awal perkenalanku malah dari Internet, karena aku iseng2 masang advertising di situs ‘escorttown.com’ yang sekarang sudah diblokir.

Koh Anton sudah 3 kali email ke aku meminta untuk datang diapartemennya dikawasan benhill. Akhirnya setelah melalui bereapa email tahap perkenalan aku menyimpulkan bahwa dia serius dan aku mau dibayar USD 300 untuk menemani 3 jam.

Aku datang pas hari Rabu jam 19.30 di apartemen B*****a, dan karena ini pengalaman pertamaku datang di apartemen, aku mempersiapkan diri baik-baik, pertama aku pakai BH yang terbuat dari bordir, kembang dan berlobang… dan maaf dibagian punting malah berlobang, jadi puntingku secara alami menyembul keluar, dan karena ini pasangan dari pakaian lingerie maka CD nya juga malah berlubang dibagian liang vaginaku. Pakai blus lengan panjang dan pakai blazer – celana panjang OshKosh yang rapi.

Aku datang pas jam 19.40, Koh Anton sudah menyambut di Lobby, orangnya setengah baya, umur 35-40an dengan kulit sawo matang.

“Selamat Malam” katanya sambil menyalamiku, “Ayo kita masuk “

Saya agak kikuk menerima sambutan itu, tapi ketika dia kelihatan hangat dan bersahabat (Tampan pula menurut rata-rata orang cina…) maka aku jadi mengikutinya ketika digandeng ke Lift.

Singkat kata kami nggobrol sampai jam 21.00 malam, keetika aku lihat jam pasti tahu kalau waktu hampir habis……… aku beranjak ke kamar mandi, bersih-bersih dan keluar hanya pakai BH dan CD bolong dibalut handuk.

Dia mendesiss…”Ähhh…cantik sekali” katanya, tanpa basa-basi melepas handukku, dan aku duduk dipangkuannya, sambil melepas kancing bajunya, dia menjilat jilat punting payudaraku yang menyembul diantara lobang BHku

Kami masing-masing bugil, dan dia buka minuman ‘wine’ kami minum bersama sampai 2-3 sloki. Badanku jadi hangat walaupun telanjang bulat dengan AC yang dingin.

Kami pindah ke kamar yang besar dan saling mencumbu, aku lick punting, leher dan dadanya….. buah dadaku di remas-remas abis, ketika lidahku turun mau menangkap penisnya..dia malah duluan kebawah. Kedua kakiku dibuka lebar-lebar, dia mulai mempermainkan dan membuka-buka barangku, sesekali dijilatnya klitorisku, aku masih tenang dan menahan kegelianku.

Lidahnya membasahi vaginaku, dia mulai memasukkan jari kedalam vaginaku, mulanya satu jari, kemudian dua jari, ditusuk pelan ke vaginaku ber ulang2.

“Ähhh….ah….ah….” aku menggeliat setengah geli dan setengahnya pura-pura

Lama-lama makin cepat dan buah dadaku dihisap dan dijilat ………. geli dan horny mulai menguasaiku…. ditambah aroma Wine dan wisky dari hidung Mr. Satoru….

Ähhh…ah…ah…. desahku, dan “ uuhhh, stop please….”dengusku, dia berhenti sejenak.

“Please Koh Anton….want to lick your cock now” (bhs inggrisku patah-patah…hi..hi.)

Dia jongkok disampingku, tanpa diduga penisnya langsung dimasukkan mulutku…., aku kaget campur ragu-ragu, karena biasanya sambil aku BJ aku melihat-lihat dulu barang lawan mainku.

Penisnya langsung dimasukkan mulutku….. aku gak ada pilihan lain…. aku sedot, dan mempermainkan buah pelirnya, aku jilat dan jilat lagi, makin lama dia makin kegelian dan penisnya dikocok dimulutku… aku buka mulutku pasrah……

Karena posisiku tidak enak dan membuatku mau tersendak, aku sedot kuat-kuat penisnya sambil aku keluar masukan dimulutku, dan sedetik sebelum spermanya muncrat, aku cabut dari mulutku…dan crooottt…crooot…crot… tiga kali berdenyut dengan sperma yang menyeprot muka sampai ke rambutku…. Uhhhh…. jijik bercampur geli.

Aku masih kaget, ….tapi aku mencoba tersenyum, dengan muka yang penuh sperma.

Aku langsung melompat ke kamar mandi membersihkan muka dan kumur-kumur… keluar kamar mandi masih dalam keadaan telanjang bulat….. dan ahh.. masih 40 menit sebelum jam kontrakku berakhir.

Kami bercanda di sofa, masih dalam keadaan telanjang bulat…..

Tidak ssampai 10 menit dia sudah mendekati aku lagi, masih disofa, kakiku dibuka lebar-lebar, dijilati lagi.

Tak lupa kedua jarinya dimasukkan dan dikocok lagi kedalam vaginaku…. dan lama lama aku kegelian.. apalagi tadi belum terlampiaskan.

Buah dadaku direemas, puntingku dijilat, pindah ke vagina lagi,….ahhh …lama-lama horny juga aku. Tak kurang 30 mnit aku diperlakukan seperti itu….. menjelang ‘time limit’ aku bangkit dari sofa dan aku menungging dengan pantat aku angkat keatas…. dengan harapan dia menusuk aku dari belakang,…..aku terlanjur horny berat.

Harapanku sirna ketika koh Anton malah menjilatin vagina sampai lubang pantatku… dengan posisi seperti itu pastilah vagina dan sunholeku terbuka lebar…, dia menjilatiku sampai pada batasku…ah..ah… dia menusukkan 2 jarinya….. dan Uhhhhhhh….. aku orgasme hanya dengan 2 jari.

Aku terduduk lemah, dan itu belum selesai…..Koh Anton datang lagi sambil mengangkat badanku pada posisi membungkuk……… “Say, aku masukin ya…” katanya lirih.

“Ïya mas, kataku pasrah” penisnya keluar-masuk dilubang vaginaku yang sudah basah.

Aku masih lemas…dicampur pengaruh wine yang mempengaruhi akal sehatku..aku langsung menyambutnya dengan goyangan ‘ngebor’ … buah dadaku diremas dari belakang, dan tidak ada 5 menit….”Ahaaaaaghhhh……”koh anton menumpahkan sperma di liang vaginaku.

Koh Anton ambruk di sofa.

Aku ambruk di lantai…tak ingat lagi …sperma koh Anton keluar dari vaginaku dan menetes di karpet hijau tebal.

Jam 23.30 aku tersadar, koh Anton sudah duduk kembali di sofa, masih telanjang bulat, aku bangun perlahan,. berjalan perlahan ke shower…dan membasahi tubuhku dengan air hangat.

Aku masih lemas akibat orgasmus tadi, …. aku mulai memakai kembali CD dan BH.. tapi Koh Anton menghampiriku

“Please……jangan pulang say…… besok pagi yaaa, kita makan dulu yuk….!!”
“..Ah..tidak bisa Koh Anton, aku harus pulang…”

“Besok saja “ ,katanya tegas, dia berjalan ambil amplop dari tas, menyerahkan ke aku, ketika aku hitung disitu ada 10 lembar USD 100 yang masih baru keluaran th 2011.

Aku berpikir sejenak…”It’s Okay…” aku tidak jadi memakai pakaianku…

Akhirnya, jam 23.50 aku dan Koh Anton cari makan, ke gedung BNI dikawasan Sudirman dan disana Koh Anton minum 4-5 sloki minuman double-whisky tapi aku aku hanya mencicipi 1 saja dan 4 Guiness sudah membuat puyeng.

Pulang pakai taxi jam 02.00, Koh Anton rupanya sudah kerasukan alkohol, di taxi sudah mulai me-raba2 payudaraku, CDku ditarik hingga lepas ”…eh..Eh ..Jangan Koh Anton, ada taxi driver”

“tidak apa-apa ya..” sambil memaksa mengeluarkan buahdadaku dari blus.. keluar dari taxi sudah teler, aku yang bayar taxi pakai 100 rb-an.

Akhirnya pagi kita lewati dengan main sex sepuasnya…… melayani Koh Anton yang mabok, gak ada capeknya main sex…. aku capek dan lemes, melayani Koh Anton hanya dengan ngangkang saja, sampai tertidur pulas dan bangun jam 08.30 keesokan harinya.

Aku bangun, tapi Koh Anton sudah rapi…… aku disuruh tidur saja di apartemennya dan dia minta ditemani semalam lagi.

Akhirnya aku jadi 3 malam menemani Koh Anton, satu hari nggak masuk ke tempat kerja, tapi hari kedua aku sempat masuk kerja, dapat dua tamu, jam 17.00 kembali ke apartemen Koh Anton.

Dua malam berikutnya, kami lewatkan dengan main sex sepuasnya, terakhir aku dikasih 1000 lagi, jadi total aku terima $2000 untuk 3 malem, lumayan lah.

Sebelum Koh Anton berangkat kerja, dengan sudah berpakaian lengkap Jas dan dasi, sebelum keluar pintu aku diminta memBJ lagi, 2-3 menit aku masukkan kontol kemulutku, sampai tegang, baru dia berangkat kantor.

Saya ingat sudah 5 kali Koh Anton membookingku, dengan bermalam 2-3 malam diapartemennya, sampai suatu saat dia mengajakku ke kalimantan, tepatnya ke Bontang

“Say, temani aku ke Bontang ya…” ..aku mau saja karena bayarannya besar. Di Bontang karena kecapekan, kita tidak banyak main sex. Kini aku sudah tahu kesukaan koh Anton, kalau dia datang ke hotel aku sudah harus bugil……. main atau tidak main kalau di hotel aku harus telanjang bulat, dan kesukan yang agak aneh.. aku harus mengkulum penisnya (sampai hampir keluar) sesaat sebelum berangkat kantor. Dengan pakaian lengkap, dikeluarkan kontolnya, dan aku jongkok mengulum penisnya 3-5 menit. Gila….. setelah itu biasanya aku dikasih uang 300 – 500 rb buat belanja.Cerita Sex Dewasa

Kesaktian uang menutup semua rasioku, apa saja kuperbuat untuk mengumpulkan uang se-banyak2nya. Dari Koh Anton, selama 1 tahun aku dapat mengumpulkan 100 jtan.

Selama 1 tahun itu pula aku selalu diajak keliling kota2 besar di indonesia, bahkan sampai sekarangpun dia masih sering call saya untuk ketemuan.

(3) Satoru San dan teman-temannya (First time party)

Aku dan Satoru San San sudah 3 kali bertemu, dia orang jepang yang sudah lama di Indonesia, dia senang sekali ambil foto aku sexy sampai bugil.

Pernah ke Pelabuhan ratu dan Ciater hanya untuk ambil foto aku telanjang dialam bebas. Bayarannya termasuk bagus, satu hari semalam aku dikasih 3-4 jt

Aku dan satoru san berangkat ke Denpasar hari minggu siang, kami langsung di apartemen Continental, Nusadua . Setelah istirahat sejenak, pada sore hari aku memakai baju terbuka dibahu, tipis dan agak transparan dan kain Bali yang diikat dipinggang, tanpa memakai apa-apa didalamnya.

Sore itu Satoru San San mengajak makan malam bersama 2 orang temannya satu orang jepang, kelihatan masih muda sekali dan masih jomblo namanya mr. Takenaka, dan Andreas (orang Jogya tapi ngakunya dari Ambon) dan satu cewek yang ngaku pacarnya namanya Sheila.

Makan malam dimeja dekat pantai dan berlangsung akrab karena Takenaka san bisa bicara bahasa Indonesia, dan Takenaka sanlah yang kelihatan sangat bernafsu kepada aku.

Satoru San bilang kalau temennya ada yang tertarik ,saya harus melayani temannya itu, saya mengangguk dan setengah heran….

Aku berbisik “Satoru san harus kasih uang aku lagi ya….”, dia mengangguk.

Makan malam dilanjutkan dengan minum beer dan vodka, dari obrolan mereka dalam bahasa jepang yang cepat membuat aku bosan, aku hanya berdiam main game di HP ( dulu blom ada IPAD …), Cuma sesekali ikut tertawa.

Setelah 4 jam minum-minum kelihatan meja lain telah sepi, hanya andreas dan sheila duduk jauh dari meja kami, mereka kelihatan sudah mabuk juga….

Rupanya pembicaraan beralih ke aku, Takenaka san bilang dia mau tidur dengan aku dan Satoru San San tanya ke aku

“kamu mau kan ?” aku hanya mengangguk (dlm batinku..yang penting bayarannya )

“Rini san, come here…” kata Takenaka san, aku duduk dipangkuan Takenaka san, dan dia bilang aku sangat cantik dan sexy, tak lupa dia menciumi leherku…. dan tanganya mulai meraba puntingku….dia mulai mencium bibirku. Meskipun bau vodka menyengat, aku membalasnya – toh aku tadi juga minum double whisky – ciumannya mulai turun ke dadaku.

“Please open your cloth girl…..” katanya, aku agak ragu sambil menegok ke Satoru San san…… dia malah pergi menuju pasangan Andreas dan Sheila.

Karena disitu suasana telah benar2 sepi, aku melepaskan blusku , rupanya double whisky ikut mempengaruhi rasioku juga.

Takenaka san langsung menciumi kedua puntingku bergantian, ……darahku mulai naik,…aku raba penis Takenaka san, kelihatan sudah mengeras, dan aku balas memegang Mr.P yang keras itu, kelihatannya aku mulai horny juga.

Takenaka san malah memelorotkan celananya, dan aku bisa langsung memegangnya, wuihhh,…besar…, sementara tangan Takenaka san meremas-remas payudaraku, aku makin tambah horny

“ come on girl,.suck ..” tangannya memegang Penisnya nya disorongkan kemulutku…….

Aku sudah tidak peduli keadaan sekitar, walaupun di openspace, tapi tidak terlalu terang, dan keadaanku yang agak fly dan horny aku malah terus menjilati penis Takenaka san, dia dalam keadaan duduk, dan aku berjongkok didepannya.

Aku hisap dan lick penis yang besar itu, Takenaka san hanya mendesah…bergantian antara batang dan ballnya, aku hisap dan lick selangkangannya juga.

Asyik juga bermain BJ di udara terbuka, udara dingin dilawan oleh panasnya whisky yang tadi aku minum dan horny, asyik benar melihat cowok yang aku BJ berkelojotan kegelian.

Lagi asyik2nya BJ penis Takenaka san yang besar itu, tiba-tiba aku merasa payudaraku ada yang mengelus dari belakang….., rupanya tangan Andreas , dan aku tetap saja asyik menjilati bawah ball-nya Takenaka san.

Aku makin asyik ketika 2 jari Andreas memainkan klitorisku yang sudah basah,…kemudian 2 jari itu dimasukkan perlahan ke vaginaku, geli dan nikmat dapat perlakuan seperti itu

“Ohhh, deeper..deeper …….”

Aku makin asyik saja.. dan kainku sudah tersingkap sampai pahaku.

Tiba2 saja tangan Andreas menarik kainku, aku menurut saja karena kesadaranku sudah tertutup oleh whisky dan perasaan horny yang sudah menguasaiku.

Andreas merapatkan tempat duduknya disebelah Takenaka san, dan dia duduk disebelah Takenaka san, jadinya ada 2 Penis yang mengacung didepan mukaku,….. aku hisap dua penis tadi bergantian, dan keadaan makin asyik saja

Kini aku sudah tidak perduli telanjang bulat di open space, taunya hanya senang dan bangga melihat 2 orang yang kegelian menikmati lidah dan bibirku.menghisap dan mempermainkan kontolnya.

Aku asyik sekali menjilati penis Takenaka san, licking ball punya Andre, suck penis yang kanan, lick behind ball penis yang lain,……

Rupanya Takenaka san sudah tidak tahan, mengangkat pantatku mau memasukkan penisnya…..

“Ok gentlemen, Sorry, better we move to room…… we have another guess” kata Satoru San San sambil menepuk pantatku.

Aku agak kaget…….tapi mulutku nggak mau lepas dari Penis Andre, sementara Takenaka san membatalkan mau menusuk vaginaku dari belakang , sudah memberesi baju dan celananya.

“Ok girl, lets continue in my room” kata Andreas

Mereka sudah berdiri mau beranjak, tapi aku masih telanjang bulat…….

“Hey guys, mana clothesku “ teriakku
“ No, girl……………don’t wear again” kata Takenaka san sambil berjalan ke cottagenya, aku tahu bajuku dibawa Takenaka san
“Hey, I’m Naked….” kataku
“Come on,….come on “ kata Chris sambil meninggalkan aku juga ke kamarnya.

Aku mulai panic dan melihat Satoru San “Pak Satoru San …..…” teriakku ,

Satoru San San hanya tersenyum sambil mengangkat bahu…………

”sialan,….”pikirku

Aku mulai melihat sekeliling, sepi tidak ada orang, hanya 2-3 orang waiters.

Hari telah jam 00.30, Aku jadi PeDe, dan aku dengan cueknya berjalan telanjang bulat menuju cottage mereka. Aku hanya menutupi kedua belah buahdadaku yang mengkal dengan tangan satu, sedangkan tangan satunya menutupi vaginaku yang berambut teratur dan rapi.

Aku masih telanjang bulat ..berjalan menuju ke kamar, Satoru San San malah foto aku, dan eh pandanganku kosong,… maklum lagi on berat..

Aku masuk dikamar dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan pasir dilututku, sementara Takenaka san sudah telanjang dan Andreas masih duduk merokok.

Keluar dari kamar mandi aku langsung ditarik dan disuruh duduk diantara Takenaka san dan Andre, mereka juga sudah telanjang bulat…..

Satoru San bilang ” I take picture…….. “

Kami bertiga telanjang bulat, tinggal Satoru San saja yang masih pakai baju lengkap, dia sibuk menfoto kami.

Kami bercanda dulu, dan aku mengelus kedua penis mereka, aku lebih tertarik kepada Takenaka, karena penisnya besar dan orangnya masih muda.

Aku BJ penisnya dan tidak lama kemudian Andreas licking vaginaku, aku kegelian dan nafsuku kembali menguasai aku,……ahh, karena sangat terangsang aku melumati seluruh penis takenaka, penisnya mengacung besar, dan aku coba memasukan semua kemulut …tidak cukup…..

Sementara Andre terus licking Veggyku, dan aku jadi tak tahan, “Come guys,…..fuck me,….fuck me,…..please”

Aku telentang, paha mengangkang aku perlihatkan bagian dalam V ku….., dan aku lihat mereka berunding sebentar….

Kemudian Takenaka pindah tempat dan langsung memasukkan penisnya ke V aku,……ahhhh..teriakku. Dia mulamula mengocok pelan, tapi makin lama makin kencang,…. Aku melayang layang dan makin ganas memBJ penis Andreas,

Dan akhirnya… “Girl…I’m Coming… “teriak Takenaka ….sambil mencabut penisnya, aku menengok melepas penis Andreas, heran kenapa malah dicabut. Tapi dia malah mengangkangiku, memegang daguku supaya lebih dekat penisnya…dan Crot….crooot…crooot penis berkedut dan spermanya membasahi seluruh mukaku….

Aku kelabakan karena spermanya banyak dan kental, terdiam dan aku lihat penis besar tegang masih didepan mukaku…..

“Please lick dear….”katanya. Aku , antara sadar dan tidak memasukkan penis yang beleepotan dengan sperma itu kemulutku, aku merasa keasyikan, antara menikmait ‘rasa’dan bau sperma sambil me-lihat Takenaka san teriak terbelalak,… aku terus mengulum, menjilati sisa2 cum nya…

Takenaka terbelalak melihat aksiku, karena aku belum orgasm, aku tarik segera penis Satoru San , dan aku dalam posisi doggy…….. dan blesss,…..sangat terasa penis Satoru San yang tidak begitu besar masuk kedalam veggyku,….aaaahhhh, dengusku,…pertama dan kedua kocokannya terasa agak ngilu, tapi aku benar2 menikmatinya

’uuuuuuhhh…..ahhh,….” tidak terasa aku mendengus, dan aku terasa melayang2 menikmati penis Satoru San san yang keras sekali (tidak seperti biasanya), kembali aku mencari-cari Penis Andreas…. rupanya dia bikin sessi lain dengan Sheila.

Tidak ada 2 menit, pertahananku bobol,…’ahhh,…akkk,..ak aku coming…..’ gilanya, Satoru San san malah mengocokku terus,,,,akk,….ahhhh,…ahhhhhh” aku jadi beberapa kali orgasm, sampai kemudian aku lemas, dan ambruk diranjang. Kulihat penis satoru san masih mengacung tegang, mau meneruskan petualangan dalam vaginaku.

Di ranjang satunya aku lihat Sheila dikocok kuat Andreas, sheila melenguh panjang, ah..dia keluar juga , pikirku. Tapi aku tidak mendengar suara Andreas

Ah peduli amat pikirku, aku naik ke sofa dengan nafas masih tersengal.

Satoru san terus mengejarku….come on girl, my turn,…….. dia terus memasukkan penisnya ke veggyku yang sudah basah,…..dan terus mengocokku,…..

Tanpa aku duga, datang Andreas mendekatkan kontolnya ke mukaku, kontolnya masih basah, bekas sperma sheila. Aku melihat dia sejenak,…dia menangguk.

Aku sudah tidak dapat berpikir lagi…aku masukkan penis yang basah itu kemulutku, aku sedot, jilat dan kukocok…..

Dan akhirnya ’…….aaahhhh,…….’ lenguhan panjang Andreas, dia jongkok didepan mulutku, dan…crottt, croott, semburan pertama langsung masuk mulutku,………kedua ketiga membasahi dagu dan pipiku,……ahh, nikmat, aku menikmatinya.

Aku terus suck penisnya,….dan puluhan cc cumnya dia yang masih tertinggal aku sedot semua, dia sampai meringis keenakan………

Belum selesai aku membersihkan penis andreas dari sperma…datang Satoru san terburu-buru

“Rin…rini san…I’m coming….” aku sudah biasa dengan kesukaan Satoru san, aku masukkan semua pensnya ke mulutku, dan croot…crot… 5 kali kedutan, semua sperma satoru san keluar memenuhi mulutku… (aku berusaha supaya tidak sampai tertelan )

Aku tumpahkan semua sperma dalam mulutku, menetees di kedua buah dadaku dan jatuh ke lantai. Maklum akumulasi dari sperma 2 orang…

Aku tambah teler, dengan tubuh yang masih telanjang bulat, aku naik ke sofa……, melihat 3 cowok tertidur pulas karena keluar karenaku…aku puas..dan merasa semua sudah well done. Sheila pelan-pelan menghampiriku….”hebat sekali kau mbak…. “

Dia duduk disebelahku sambil mengusap buah dadaku yang masih ada cairan kental…. entah sperma siapa.

Sampai disini kami bertiga lemas kehabisan tenaga, posisiku masih mengangkang disofa…… belum semenit kudengar Andree bicara sama Satoru San,….tapi karena kelemasan aku terus menutup mata mencoba tidur.

Waktu sudah menunjukan jam 04.30, dan tidak terasa aku tertidur,………………….. dengan cum dari 3 orang tadi yang masih bertebaran diseluruh wajah dan buah dadaku.

Aku baru bangun jam 09.30, dimeja ada amplop berisi uang 5 juta, dengan tulisan :

Thank you girl ………………………. Takenaka

See u tonight ……………………………Andre

Buat belanja hari ini, belilah lingerie, nanti malam kita fun lagi… Satoru San

Nggak peduli itu uang apa dari siapa, langsung kumasukkan dompet dan aku mandi untuk siap belanja.Cerita Sex Dewasa

Aku belanja di Galleria Sanur, saat makan siang aku ditilpon Satoru san, kalau aku disuruh siap jam 20.00 malam dengan pakaian sexy karena mau diundang fun party di Resurt Ritz Charlton Uluwatu dikamar Andreas.

‘Rin,…….kita nanti malam mau fun/party …. maaf nih tanya, kamu mau experimen nggak?” kata andreas.
“Maksudmu…….?” jawabku
“Nanti malam aku undang untuk small party, katanya ada 2 cuople dan 2 guys”
“Mau aja sih…… trus skenarionya gimana?”
”Kita nanti mau coba bondage, dan sexslave kamu mau ? sheila juga mau kok ”
”Mau aya, tapi tidak ekstrim ya.. dan asal nanti kamu nambahin honor saya”
“Beres”, katanya, ”mereka orang intelek kok, gak mungkin mau nyakitin kamu…”
”Kamu beli lingerie yang sexy dan transparan ya…”

”Okay deh….”

Jam 17.30 aku sudah datang, dan Satoru sudah menunggu, dan singkat cerita kami pergi ke Ritz Charlton uluwatu yang jauh dan memakan waktu 1 jam.

Di cottage mewah kami disambut oleh couple Bule-Sunda, Randall dan Nonon, selain pasangan Andreas dan Sheila, dan disana sudah ada 2 cowok bule, Peter dan Clint, tapi Takenaka san tidak kelihatan batang hidungnya.

Sambil basa-basi sebentar, akhirnya kami ngobrol, makan malam dan sambil melihat Rugby di ESPN

Aku langsung ngobrol sama Nonon, cerita ini itu, dia dikontrak 10 jt sebulan oleh Randall, selama dia tugas di Jakarta.

Singkat Cerita, kami ada 2 couple dan 2 cowok dan pada jam 22.00 kami sudah saling saling cium, saling menelanjangi pasangan masing2. Andreas mengeluarkan koper, dan ketika dibuka ada beberapa peralatan sex slave, aku tidak paham namanya, tapi ada ranta plastik, borgol dari karet lunak, tali-tali, dildo dll.

“Girl…… kita ingin fantasy sex slave, we do not want to make you hurt.., just fantasy” katanya.

Tiba tiba si Clint teriak ‘Ladys and gentlement… lets start the party…..’

Kulihat mereka mulai membuka 2 botol wine 2 botol martell, coca cola dan beberapa jeruk nipis. Dimeja sebelah ada makanan yang berlimpah. Andreas memberi aku, nonon dan sheila kue yang mirip apple pie…. aku makan tanpa tanya panjang lebar.

(kenapa yang disuruh makan hanya ceweknya saja )

Clint ambil kursi dan Nonon disuruh duduk dan clint mengeluarkan borgol dan rantai khusus bondage,…. Nonon dilucuti pakaiannya dan diborgol dalam posisi paha terbuka di kursi. Aku melihat dia dicambuk (pakai kain khusus)….aku yakin gak sakit, tapi dia mendesah………uh…uuuhhh…ohh…help..help…” cowok yang lain mengelilinginya …ada yang me-raba payudara dan ada yang mengelus veggynya

Si Nonon jadi makin binal ketika veggynya dimasukin dildo, dia mendesah dan menarik Penis cowok yang ada didekatnya, kebetulan Andreas, dan langsung menjilati penisnya.

Aku dikerjain Randall, dia menciumi tengkukku dari belakang, sementara tangannya mengelus buahdada dan mencubiti puntingku. Aku terangsang juga melihat Nonon main bondage sambil mengulum penis siapa saja yang didekatnya. Satoru kulihat asyik masyuk dengan sheila dipojok.

“Lady….sorry, aku ikat kamu ya…”kata randall.

Kedua tanganku diikat ke tiang dipojok ranjang, talinya dari kain campur karet, dan kedua kakiku diikat ke pojok ranjang juga. Jelas, vaginaku merekah lebar…..

Randall mulai aksinya, masih dengan celana kolor boxing, dia menjilat vaginaku sampai basah

Randal bangkit dan datang membawa tali dari pernik2 sambil tanya,….. ”who between you wanna to rope with this…” katanya, aku gak ngerti maksudnya tapi Nonon malah minta tali itu dan bilang…. ”Kita aja”… dia langsung mengikatkan tangan nonon keranjang, tangan satunya diborgol ketanganku , jadi kami berdua terikat satu sama lain dan diranjang.

Aku diam agak tegang karena Randall, Peter dan Clint mengitariku, kulihat Penisnya mereka tegang semua, aku tambah horny ketika membayangkan mereka bertiga akan mengerubutiku…….

Randall mengambil dildo getar, dan memasukkan diveggyku, ketika dildo di onkan, rasa geli tak tertahankan menyerangku, dildo itu bergetar di Vku….

Ahh…..ah….. geli sekali…….. hey guys,…..oh come here, kesini kontolmu….ah…

(kataku tidak terkontrol) Rupanya peter tau apa itu ’kontol’ ….. dia segera berdiri di ranjang dan menyorongkan penisnya ke mulutku,

Aku tidak sabar, langsung saja aku caplok….tanpa bisa memegangi penisnya itu…

’…hemmmmp,…..hemm,…. fuck my mouth…,.” kataku

Peter memaju mundurkan pantatnya, dan penis randal keluar masuk / maju mundur juga dimulut Nonon.

“aaahh, uhhhh….” Didorong kegelian luar biasa Veggy ku akibat dimasukkan dildo, aku merasakan sensasi luar biasa, sementara Peter tetap fucking my mouth……..

Dari sisi kiri Andreas meremasi buah dadaku dan menggigit kecil puntingku……….

(rupanya dia sudah nggak tahan melihat aku, cameranya ditaruh, dia ikut fun,…wah malah gak ada fotonya pikirku)

Aku merasakan kenikmatan dan kegelian luar biasa tanpa bisa orgasme, karena dildo di veggyku walaupun bergetar tapi terlalu kecil,….. sementara diatas, Penis Peter menyumpal mulutku, dan Andreas meremasi payudaraku,………. Tangan yang lain dimasukkan ke Veggy Nonon.

Andreas bangun…… sekarang dia malah melepas tali dan borgol ditanganku, tapitangan nonon tetap terikat.

Aku dijambak dan disuruh bangun……. aku dipasangin karet lunak dan rantai dileherku…. ujung rantai dipegang Andreas.

Andreas membentakku “Ayo Girl….. isep punya randall lagi”, aku merangkak mendekati randal,…. sambil leherku terikat.

(Ahh…fantasy mereka aku diperlakukan seperti anjing…)

“….uuuhhhh, hmmmp…” gumamku ketika penis Randall kembali dimasukkan ke mulutku

Aku tetap menungging, dengan dildo bsar masih menancap diantara kedua pantatku.

Aku dijambak dan disuruh menelan kontol Randall, dan samar2 aku lihat masih ada 2 kontol disekeliling muka dan mulutku.

Entah kegilaan apa yang mempengaruhi nafsuku, kugenggam kontol2 itu dan dengan rajin aku kulum satu persatu…. perasaanku makin PeDe….

Aku nggak tau sudah berapa lama aku ‘ÓN’begitu.

“ahhhh……….ah…I’m coming…..” Randal yang pertama keluar.
“….Uhhhhh” aku malah merapatkan mulutku ke penis Randall…..

Cumnya randal hampir semua tertelan…….. penisnya aku hisap terus sampai tetes terakhir aku sampai tidak bisa bernafas, karena penis itu mengecil dan semuanya didalam mulut sampai hidungku menempel di perutnya.

Mendapat perlakuan seperti itu Randal tidak tahan…”Stop..stop bitch…”…

Peter tidak mau kalah, dildo dalam Veggyku dicabut, dan dia gantikan dengan penisnya,….. dia keasyikan ngefuck, sampai tali2 ditangan dan kakiku terlepas. Aku tambah kehilangan control, karena Penis Peter memang besar dan sangat kunantikan.

Walau tali sudah terlepas, tanganku tetap ditepi ranjang karena aku merasa lebih sensasi seperti ditali. Peter terus mengaduk veggy ku, aku menjerit tertahan, aku meraih Penis Andreas,…… aku tau dia senang kalau di lick bolanya, kedua bola itu aku lick, hisap sampai selangkangannya, dia mendesah kenikmatan.

Sementara aku melumat hapis bola Andreas, Peter terus memacu kecepatan keluar masuk penisnya kedalam veggyku…

“Uh……aaaaiiiih….”hanya itu yang keluar dari mulutku

Aku bertahan 10 menit dalam keadaan seperti itu,…ingin orgasm tapi aku tahan, aku ingin lebih lama menikmati penis Peter.

Dengan sengaja lumatan mulutku ke bola dan selangkangan Peter dan Andreas kulepas tiba-tiba, aku raih batang penis Peter yang besar aku masukkan mulutku dan aku hisap dalam dalam….

“Aaaaah….aaahhh…….”

Cum Peter memang sengaja tidak semua aku masukkan mulut, tapi aku biarkan membasahi mukaku……..

Gak lama lagi giliran Andreas yang tidak tahan melihat mukaku penuh sperma , dan aku mendesah “ Ayo sini….cum in my mouth”….

”Come girl,…..I’m cumming,…eat..eat it’’

Andreas naik menyorongkan penisnya, mulutku yang sudah penuh sperma aku buka, menunggu cum shoot Andreas, dan akhirnya “ Aaahhhhh shit……..” crot crot..crot, sperma andreas menambah lumuran sperma dimuka dan mulutku. Sampai kedutan terakhir malah aku sedot…

Para pembaca, ini bukan fantasy, pada party ini Satoru san yang rajin ambil foto2ku, apabila pembaca ingin foto2 itu, please rajin2 membuka threatku.

Tapi randall menghampiriku “Its Ok if I fuck you ..again ?” katanya kepadaku.

Aku nggak menjawab,..tapi segera kedua pahaku kubuka lebar…..

“Would you shower first….”katanya lagi ketika melihat tubuhku masih penuh sperma

Aku ke shower…diikuti Randal, di shower kami bercinta, tapi kinipenuh kelembutan, Randall menyabuniku lembut…dst…dst…sampai kami orgasme bersama.

Aku tak sangka dia begitu romantis kalau tidak party.

Keluar dari kamar mandi, aku dibopong Randall, yang lain kelihatannya menunggu kita makan malam.

Aku baru tersadar……. dalam party tadipasti aku akan ectasy atau apa, yang membuat fantasiku berkembang, dan tak ingat apa-apa.

Aku memang belum ‘sepenuhnya’ orgasm…. Jadi masih ada tenaga buat mengobrol dan makan malam. Aku pakai blus lagi tapi belum pakai CD, veggyku jadi kelihatan jelas.

Singkat cerita, setelah makan malam, cowok2 sudah recovery lagi, kini mereka mengkerubuti Nonon dan Sheila.

Andree, Clint dan Randall datang menelanjangi Nonon dan Sheila.

Nonon, asal cimahi, cewek panggilan dari jaksel (mungkin Bispak / burespang Blok M) kulit putih bersis dengan buahdada kenyal, puntingnya kecil, tapi kelihatannya belum pernah party.

Sheila, cewek panggilan langganan Andreas, kulit cokelat, tinggi 172 cm, buah dada sedang dan ada tatto dipinggangnya.

Peter dan Clint lagi menyuruh mereka beradegan lesbi..

“Party’ mereka terasa lambat, karena Nonon dan Sheila kelihatan malu-malu dan takut

Tidah sabar melihat mereka, Satoru san malah bergeser kebelakangku, dan menciumi pantat dari belakang

“Ähhh….satoru san…stop” kita lihat mereka dulu yaa…. “ kataku

Diperlakukan demikian yang tadinya aku agak cape, bangkit juga, karena Satoru san sudah tau betul bagaimana membangkitkan gairahku.

Pada mulanya aku acuh saja, tapi melihat diujung penisnya masih ada sisa cum yang kental, akhirnya aku tergoda juga untuk menghisapnya.

Mulutku langsung kubuka lebar, memasukkan semua batang Satoru yang masih banyak sisa cumnya, aku hisap dalam2, masih terasa kedutannya, aku masih mendapatkan 5 – 6 cc cumnya Satoru yang aromanya/rasanya agak manis….

Satoru teriak-teriak..sambil berusaha melepas penisnya dari mulutku, tapi terus aku sedot, dia mundur kebelakang, mukanya sangat kelelahan, dia mengumpat.,” ah,…dasar pelacur…”sambil memandangku

”Iya….iya,…….. I’m hooker,……. mana uangnya” balasku sambil menahan rasa ngilu dikocok Andree..

Aku sama Satoru san memang sering ’dirty talking’ sebelum eksekusi, aku sudah sangat biasa dikatakan ’pelacur’ atau ’bondon’ sama dia, tidak apa, toh hanya permainan, yang ujung2nya aku dikasih bonus juga.

Gak tau apa yang ada dipikiran Satoru, dia bangkit berdiri ehingga penisnya keluar dari mulutku dan mengambil dompet, dilemparkan kedepanku uang 2 lembar seratusan dollar, aku senyum sambil bilang

”thanks..papi… pejumu enak……” kataku sambil mengambil ratusan dolar itu, tapi tanganku dipukulnya…” no….dont touch” katanya

Dia bisik-bisik sama andreas yang sedang asyik mengocok nonon….aku tidak tau mereka omong apa…. tapi setelah 2 menit mengocok Nonon, penisnya dicabut dari nonon, malah lari kerahku dan …dia menumpahkan sperma dari kondom kearah mulutku. Karena aku tidak siap, dan agak jijik lihat sperma tumpah dari kondom aku menghindar, sperma tumpah di sofa…..

Clint mau klimaks, dia lari juga kearahku dan langsung menjambakku, meskipun tidak keras, mukaku jadi menoleh kesamping, bersamaan dengan itu….’croot….crot….’ cumnya yang kental langsung menyiram mukaku….

Belum 3-4 kali kedutan, tiba-tiba cumshootnya diarahkan ke uang 100an dolar tersebut, tak ayal lagi 2 lembar ratusan dolar itu basah oleh cum-nya.

”Hey..bitch,….lick it,..clean it ”Cerita Sex Dewasa
“Pelacurku sayang, uang itu bisa kamu ambil…jilatin dulu…” kata Satoru

Sambil pura-pura mau memukulku, satoru san teriak : ” Makan…cumnya ….atau aku pukul “

Aku terduduk lemas, muka dan payudaraku penuh Cum yang makin encer, aku gak ngerti maksud mereka…

Disisi kiri Nonon malah mengumpulkan lembaran dolar itu, 2 lembaran seratusan dolar lagi ditaruh didepanku,…… gilanya nonon malah mengolesi lembaran dolar itu dengan sisa peju Andreas dan Clint yang masih menetes dari ujung penisnya,….

Aku kepalang tanggung, karena mereka mengerumuni saya dengan 4 lembar ratusan dolar yang penuh cum didepanku,…… aku merangkak, pantatku menungging, dan tanpa aku pegang, aku menjilati uang 4 lembar ratusan itu dengan lidahku, sampai uang tersebut bersih dari sperma…………….., aku masih menungging ketika aku dengan demonstrative menjilat lembar terakhir yang ada peju yang sangat kental,……. Aku menikmatinya,…. peju itu kental dan aku masukkan kemulutku dengan jariku,……..

Terasa pada Veggyku yang masih merekah itu dimasuki 2-3 jari dan mengocokku….

Aku tak peduli itu jari siapa, kunikmati saja …sambil masih menjilati 4 lembar uang itu,….

Mungkin aku kelelahan,…. Akhirnya aku ambruk dilantai,….lemas sekali, ..

”Okay boyz and girls…..Game Over………”

Aku masih lemas dipinggir ranjang, badan, payudara dan muka aku masih banyak cum yang berceceran, mereka menjauh dari aku dan mulai minum…beer/whisky…..

Nonon menghampiri aku,……mbak, yuuk mandi,…

Aku bangkit, masih dengan badan penuh cum, aku menghampiri satoru,….mengambil begitu saja gelas whisky-cola yang sedang dipegangnya, aku langsung meminumnya untuk mendorong cum yang masih mengental dimulut….

Tiba-tiba nonon memelukku, payudaranya dia dengan sengaja digesekkan ke payudaraku, sehingga sebagian cum berpindah ke payudaranya,……

Aku capek, dan terus berjalan ke kamar mandi

REAL PARTY IS OVER

Mas Aris ini sebenarnya orangnya biasa-biasa saja, dia sudah sering, aku tidak ingat berapa kali tepatnya, dia selalu membayarku lebih, Rp 500 ribu untuk body massage saja, atau untuk main saja, pernah aku menservis body massage dan main, dia memberiku Rp. 1 jt. dan dia sering sekali mengajak aku kehotel.

Orangnya masih muda tapi matang. Mengaku umurnya 33 tahun belum punya isteri, sopan dan sangat menghargai wanita, dia sering hanya minta pijit biasa, sekali waktu aku servis dan aku yang menggoda dia sampai dia mau main sex, dari cara mainnya memperlihatkan kalau dia jarang main perempuan, tidak strudak-sruduk. Aku selalu ingat kalau dia sudah klimaks, pasti keluarnya tidak didalam vaginaku, ditumpahkan diperut atau didadaku, dan pasti dia segera mengambil tissue dan mengelap bekas spermanya dari tubuhku.

Karena dia ngasihnya banyak, dia termasuk tamu yang aku tunggu, dan sesuai anjuran teman-temanku yang lain, kalau ada tamu seperti itu, kita harus selalu meningkatkan servis kita, supaya tamu tetap milih kita.

Begitu juga aku, setiap mas Aris sudah 3 kali membokingku, aku selalu menambah servisku, misalnya aku sengaja menarik tangannya ke buah dadaku supaya meremas buah dadaku, atau ketika dia sedang mengocok aku, aku pura-pura terangsang berat dengan meremas-remas buah dadaku sendiri, dan seterusnya.Hanya sayangnya dia selalu mengajaku main ke hotel.

Suatu ketika dia datang, tidak mau main ataupun buka baju, Cuma aku yang disuruh telanjang bulat dan duduk dipangkuannya, dia hanya meraba tubuhku sambil cerita, bahwa dia selalu ingat aku terus, dia mengaku kalau jatuh cinta kepadaku dan segera ingin melamarku.

“Mas, aku hanya seorang pelacur, tidak patut menjadi isteri mas” kataku.
“Tidak Rin, aku tahu latar belakangmu, dan niatku sudah bulat memperistrimu”
“Aku sudah bilang orangtuaku untuk melamarmu”, katanya, aku kaget dan tidak mengira dia berkata seperti itu
“Rin, aku sering menangis sendiri bila aku ingat kamu kerja seperti ini, aku mencintaimu Rin”
“Aku sudah punya rumah, dan aku sendirian dirumah itu, sepertinya aku cari uang tidak ada teman untuk menikmatinya…..” katanya, suasana jadi melankolis, dan aku jadi kasihan terhadapnya.
“Mas, nanti suatu saat mas akan menyesal punya isteri bekas pelacur”, kataku
“Niatku sudah bulat Rin, aku ingin mengentaskanmu dari lembah hitam ini dan menjadi isteriku”, katanya tertunduk
“Rin, ini amplop buat kamu, kamu buka dirumah, itu ada uang 1 juta dan alamat rumahku, aku ingin kamu datang kerumahku hari Jum’at besok selesainya kamu tugas disini”
“Uang itu untuk kamu, dan kalau kamu mau ya datanglah, dan kalau kamu nggak mau, aku tidak akan kesini lagi, dan jangan khawatir uang itu buat kamu”
“Aku tidak menuntut apa-apa dari uang itu”

“Aduh, aku nggak bisa terima mas, takut kalau belakangnya ada apa-apa”, aku turun dari pangkuannya lalu ambil handuk untuk menutupi tubuhku, tapi dia melarangnya, aku menurut saja.

Sambil masih telanjang bulat aku dipeluknya, dan dicium keningku dengan sayang.

“Rin aku mengharap kedatanganmu, dirumah itu tidak ada siapa-siapa”
“Rin, aku pulang ya”

Singkat kata, aku tidak ceritakan kebimbangan hatiku pada pembaca, jadinya aku memutuskan berangkat, aku kesampingkan bila dia jahat aku akan terbunuh dan sebagainya. Aku naik taxi ke alamat yang ada dalam amplop, rumahnya dibilangan Cinere, Sebuah rumah besar, megah, dan asri sekali, denga ragu-ragu aku memencet bel, dan kulihat mas Aris sendiri yang membuka pintu.

“Aku sudah menduga kamu akan datang, silahkan masuk Rin, apabila kamu mau rumah ini akan jadi rumahmu juga Rin”, aku berdesir mendengarnya.

Aku masuk ke ruang tamu, setelah ngobrol sebentar, aku jadi risih ingin mandi, seperti biasa kulakukan setiap pulang kerja.

“Mas aku ingin mandi sebentar ya mas, tapi maaf aku nggak bawa handuk maupun baju, jadi aku pinjam anduknya mas”

Setelah mandi aku tidak segera memakai kembali bajuku, hanya dililit handuk, aku berpikir toh nanti mas Aris minta main juga, untuk apa aku pakai baju lagi.

“Rin, duduklah disini, kita makan dulu yuk…”

Kulihat dimeja sudah banyak tersedia makanan, dan akhirnya kami makan sambil ngobrol. Pintar sekali cara mas Aris mencari obyek pembicaraan, dari yang lucu-lucu sampai ceritera ke bisnisnya, sambil menikmati VCD Mr.Bean, sehingga kadang aku rancu, tertawa karena pembicaraan mas Aris atau karena tingkah laku Mr.Bean yang konyol. Tak terasa sudah pukul 9.15 malam, aku segera menggoda dengan daya tarik sensualku dengan harapan mas aris cepat terangsang, lalu main sex dan pulang.

Ketika aku tertawa terpingkal-pingkal aku biarkan handuk yang kupakai melorot, hingga buah dadaku tersembul keluar, aku diamkan saja, malah aku tutupi dengan tanganku (Sekalian meraba puntingku sendiri biar tegak, pembaca, seindah apapun payudara wanita bila puntingnya masuk, akan kelihatan jelek dan lucu)

Mas Aris beberapa kali melirik, tapi tetap tenang, dia bangkit berdiri mengambil sebotol Wine, sepertinya dia kesulitan buka tutup botolnya

“Sini Rin, pinjam handukmu….”

Aku berikan handuk yang kupakai, dan karena dirumah itu tidak ada siapa-siapa aku santai saja telanjang bulat, wira-wiri ambil gelas, sekalian membangkitkan nafsu mas Aris. Kemudian mas Aris menuangkan wine tersebut kegelas, sambil memberikan satu gelas kepadaku dia bilang:

“Rin tinggalah disini sampai Minggu, besok kita ke orangtuamu, aku akan melamarmu, dan maaf didekat tasmu ada amplop isinya 2 juta buat kamu“

Aku terima gelas dari mas Aris „Aku belum siap mas, aku malam ini jadi milikmu mas, aku akan melayanimu“ sambil minum berhadapan, aku masih telanjang bulat sedangkan mas Aris masih berpakaian lengkap, aku berusaha merogoh penisnya, tapi mas Aris menahannya.

„Aku ingin menunjukkan kalau kita suami isteri Rin, tidak tiap hari harus berhubungan sex kan?“ katanya. Ini masalah, pikirku, aku sudah mulai horny tapi mas Aris menghindar.

Aku sengaja menaikkan tensi godaanku, aku minum wine merah itu dan sengaja menumpahkan sebagian, sehingga membasahi buah dadaku, aku biarkan. Aku mulai horny dan berpikir pokoknya aku akan menservis mas Aris sebisaku, sukur kalau bisa jadi isterinya atau kalau tidak aku dapat uang 2 juta lagi, dan aku pingin menikmati jadi isteri yang baik walau sesaat, aku ingin melepas nafsuku ke mas Aris, aku ingin puas juga, setelah sekian lama belum pernah merasakan kepuasan dengan laki-laki.

Aku tidur dipangkuan mas Aris, tangan mas Aris aku bimbing ke buah dadaku, dan mengusapnya pelan ke seluruh buah dada dan puntingku, sementara tangan satunya lagi aku bimbing ke tonjolan bukit venus vaginaku.

Mas Aris mengelusku, aku menggeliat kegelian, antara pura-pura dan geli beneran, tapi aku ingin menikmati elusan itu.

Tanganku berusaha melepas kancing bajunya, dan kemudian celananya, setelah berhasil aku berbalik, bibirku mengecup alat kejantanannya, dia ganti kegelian , tangannya meremasi gumpalan pantatku, aku malah menyongsongnya dengan menunggingkan pinggulku, sehingga jarinya bebas mengelus kelentit ku.

‘ Yuk kita ke kamar pengantin Rin“ katanya , “aku kunci pintu dulu“, dia berdiri kepintu, sambil berjalan kearah pintu aku menggelayuti tangannya, buah dadaku aku tempelkan di lengannya, kadang aku menggenggam kejantananya yang masih berdiri.

Malam itu, kami menikmati malam pengantin baru, paling tidak bagi mas Aris, aku melayaninya seperti isteri yang ingin suaminya puas, aku mengulum penisnya, menjilatinya, berML dengan berbagai gaya, aku diatas, doggy style maupun gaya 69, hasilnya mas Aris cepat sekali mencapai klimaks, mungkin dia menderita ejakulasi dini, tapi cepat sekali ereksi kembali, malam itu kami mengulang ML sampai 3 kali, tapi aku masih menggantung, belum mencapai klimaks, terus terang, senjata mas aris terlalu kecil dan pendek (maaf ya mas)

Kami bergulat sampai jam 3 pagi, yang ke tiga sperma mas Aris tumpah didadaku, aku ratakan ke dua buah dadaku, tanpa dicuci, mas Aris jatuh pulas, dan aku dipeluk bak isteri tercintanya, aku ikut tertidur.

Paginya, seperti biasa, jam 8.30 aku baru bangun, mas Aris sudah tidak ada disampingku, dimeja makan sudah siap bubur ayam kesukaanku dan beberapa cangkir yang masih kosong, disampingnya ada coffemix, tapi tidak ada air panas maupun thermos. Aku berjalan mencari air panas dengan tubuh masih telanjang bulat , aku cari handuk kemarin tidak ada, begitu pula bajuku, aku cuek saja, toh dirumah itu tidak ada siapa-siapa. “Masss,…mas Ariss“

“Aku diluar Rin, lagi cuci mobil, kamu mandi dulu yank“ katanya

Aku berjalan seperti tarsan perempuan, bugil, dan aku ingat dibuah dadaku masih ada sperma mas Aris yang mengering, “biar saja ah“ pikirku, aku berjalan kegarasi, dengan mengendap-endap karena aku masih bugil, takut dilihat orang lain, didepan pintu kulihat mas Aris hanya memakai celana kolor sibuk menyabuni mobil Peugeot-nya.

Melihat tubuh telanjangku, mas Aris berhenti sebentar

“Selamat pagi isteriku sayang…..“
“Sini yank, tolong ambilkan selang itu“
“Nggak mau ah, nanti dilihat orang, bajuku kemana sih mas? “ tanyaku
“Bajumu dicuci yang “
“Haah…jadi gimana aku……” dia menarikku kegarasi
“Aku ingin melihat isteriku telanjang setiap hari kalau dirumah…” katanya, sambil mencium pipiku

“Jangan mas, ini…bekas…kemarin”, dia tersenyum menariku ke arah garasi, tak urung aku bingung dan malu, bagaimana kalau ada orang masuk. Sambil menutupi kewanitaanku aku mendekat, tapi buah dadaku kemudian bergantung bebas, mas Aris kemudian menyemprotkan air dari selang ke badanku, aku menjerit kaget.

Mas Aris menyabuniku seluruh badanku, aku tertawa kegelian, sepertinya aku bahagia sekali bersama suami hari itu, aku membiarkan tangan mas Aris menyabuni tubuhku, aku tak perduli sabun itu sabun/shampo mobil atau sabun manusia.

“Sudah ah mas, aku mau minum kopi“ aku lari meninggalkan mas Aris
“Handuknya dimana maasss…“ teriakku
“Dijemuran belakang maaah…“ dia balas teriak

Dengan masih bugil, aku berlenggak lenggok kebelakang rumah mencari handuk tapi tidak ketemu, yang ada hanya celana panjang dan blusku yang sudah hampir kering, ah biarin telanjang saja, pikirku

Aku berjalan ke dapur mau masak air buat kopi, masih dengan telanjang bulat, sehingga tubuh mulusku bergerak bebas, buah dadaku yang kencang bergoyang sesuai langkahku, aku sangat menikmati ketelanjangan itu, tapi tiba-tiba

“Neng,…….ibu telah memasak air, thermosnya ada dimeja“

Seperti disambar petir rasanya, aku berbalik sambil menutupi ketelanjanganku sambil menjerit “ aaaaiiiiiii……” aku lihat seorang ibu-ibu tua…..

“Neng calonnya ndoro Aris kan ?, “Neng badannya bagus sekali, beruntung ndoro dapet Neng”
“Aduh maaf bu….tapi…….handuknya kemana bu,….aku nggak bawa baju lagi…”
“Jangan malu Neng, ibu juga pernah muda kok”……sambungnya
“Tadi ndoro berpesan sebelum mandi, ibu disuruh melulur Neng, mau kan?“

Aku ragu-ragu, masih berusaha menutup kewanitaanku dan sekaligus buah dadaku, tapi ibu itu menarik tanganku

“Jangan malu sama ibu neng, mari ibu lulurin, biar kulitnya halus, dan itunya biar bau wangi“ katanya sambil tersenyum. Aku nurut saja ketika dituntun ke kamar mandi, disana sudah tergelar kasur plastik.

Kemudian ibu itu dengan telaten meluluri tubuhku dengan ramuan khusus, setiap jengkal tubuhku dilulur dan di ‚scrub’ sampai merata.

“Neng, tidurlah barang satu jam, biar ramuannya meresap“ ibu itu juga membawa se cangkir jahe panas.

Aku tidur dikursi malas didepan dapur, aku jadi tidak malu lagi berbugil ria didepan ibu pembantu itu. Aku coba memejamkan mata, tapi yang ada malah bayangan kalau aku jadi nyonya rumah disini, dengan anak-anak yang lucu, punya rumah besar, mobil……dan bayangan lain, bayangan kalau aku lagi cek-cok dengan mas Aris, lalu dia mengusirku,…..dan aku kembali lagi jadi pelacur jalanan…..ahhh..berat sekali rasanya.

Aku bulatkan tekad, aku mau meninggalkan lembah hitam, menjadi isteri setia,…..ahh nanti malam akan kubuktikan, akan kuberikan segalanya kepada mas Aris….

Lamunanku buyar ketika mas Aris sudah mandi dan berdiri disampingku.

“Ma, aku keluar sebentar, beli lauk“…….katanya sambil mengelus rambutku
“Aku ikuut…..aku langsung berdiri“, baru sadar kalau tubuhku masih berlumur luluran.
“Hati-hati dan cepat pulang ya mas……..“

Seperginya mas Aris, aku mandi air hangat, dandan, dan aku merasa tubuhku memang jadi lain, wangi, kulit tambah halus, dan……siap dinikmati mas Aris

Selesai dandan, masih berbugil ria aku coba mencari apa yang bisa menutupi tubuhku

„Bu, bajuku apa sudah kering?“
„Neng, tadi ndoro pesan, Neng nggak boleh pakai apa-apa,….hik..hik…“ katanya genit
„Co ba neng ibu bau badan neng, harum kan..?“

Akhirnya aku menemukan secarik kain, entah itu syal atau scraf, aku talikan ke pinggangku, lumayan, bagian kewanitaanku berhasil tertutup sedikit, biarlah pikirku, biar mas Aris tambah penasaran.

Siang itu, hari Sabtu, setelah makan kami bercengkerama bak pengantin baru, kami bermain bagai anak kecil, saling meraba, kain penutupku tadi sudah hilang kemana, aku bugil kembali, berlari kecil, manja dan selalu ingin menempel mas Aris yang dari tadi masih berpakaian lengkap.

Jam 15.00 kami mulai capek, aku masuk duluan kekamar, dan telentang menanti kedatangan mas Aris

„Maaas……..masss, kesini dong“ aku teriak saja bebas

Kulihat mas Aris masuk kamar mandi, lalu sesaat keluar dengan handuk menutupi senjatanya…….aku sudah tak sabar lagi, kutarik handuknya,………..nafsuku kembali naik melihat mas Aris, maklum kemarin malam aku belum orgasme.

Dengan sayang kuelus kejantanannya, dan tanpa ragu aku masukin mulutku, aku kulum perlahan, aku sedot………dan aku berinisiatip mengambil peran………setelah keras sempurna aku lansung menaiki mas Aris, dan penisnya kumasukkan dalam lubang kewanitaanku……“Ohhhhh,….enak mas…….“

Aku mengangkat dan menekan pinggulku , ingin merasakan kepuasan bersama mas Aris, tangan mas Aris kubimbing meraba buah dadaku yang ber-goyang……

“Mass,…..aku …ingin keluar masss,…“ desahku dengan nafsu yang tak dapat kutahan

Aku semakin geli tak tertahan ketika mas Aris mulai ikut menggoyang pantatnya, tanganku tetap memegangi telapak tangan mas Aris tetap meraba buah dadaku…..

Kadang akukulum jari tangannya, aku menikmati betul persenggamaan ini……tapi kemudian „Ahhhhh, ma…..ma……aku keluar………“ dengus mas Aris

“Maaas, aku juga keluar,…makin liar aku menggoyang pinggulku…mas……….“
“Aaaaah…………“ duh, penis mas Aris keburu lemas menerima goyangan liar pinggulku.

Ah,…..gagal lagi…….perasaanku campur aduk, aku belum orgasme, pusing kepalaku menahan nafsuku sendiri, alat kejantanan mas Aris yang lemas, keluar dari vaginaku dengan sendirinya.

Aku terdiam menahan gejolak, sementara mas Aris sudah ambruk

“Kamu sudah keluar ya sayang…….“ katanya
“Su…sudah mas, tadi kan kita keluar sama-sama…“ sahutku berbohong

Mas Aris mengecup keningku, aku jadi blingsatan, tanganku mencari kejantanan mas Aris , aku sentuh perlahan tapi tak kunjung bangun, entah karena dorongan nafsu yang masih diubun-ubun atau apa, aku bangun dan mengulum lagi kejantanan mas Aris yang masih basah oleh spermanya sendiri dan cairan vaginaku, aku kulum berulang kali dengan harapan akan berdiri lagi, mas Aris kaget dan berteriak

“Aduh Rin….kamu ngapain,….aahhhh, ……..ahhhhh“

Baca JUga Cerita Sex Buruh Bangunan

Sudah 5 menit aku mengulum penis yang basah, aku sedot, malah kemudian terasa masih ada sisa sperma yang ikut tersedot, tapi harapan untuk bangun kembali pupus.

Singkat cerita, malam itu Ibu dan saudara mas Aris datang ke rumah, untung pakaianku sudah diseterika ibu pembantu, kita bicara basa-basi dan mas Aris memperkenalkan aku dengan keluarganya, dan ibunya bilang ingin main ke orangtuaku dan sebagainya, untung ibunya tidak tanya apa aku mau menikah dengan mas Aris. Ujung-ujungnya beliau memberikan satu set rok panjang, dan aku tentu saja mengucapkan terima kasih.

Beliau pulang jam 22.00, kemudian aku dan mas Aris nonton video beberapa film soft porn dan triple x, mas Aris kembali memintaku ber-bugil ria, aku menurut saja, kami nonton hanya sebentar (aku malah jadi muak melihat film begituan, karena pekerjaan sehari-hariku memang persis film itu)

Kami kembali ke kamar dan Aku siap menerima mas Aris ditubuhku, aku ingin orgasme, dan supaya dia tidak cepat keluar, aku tidak mau terlalu merangsang dengan foreplay yang berlebihan. Dibawah selimut , tanganku meraba klitorisku sendiri, dan Mas Aris masih tetap bersemangat menggelutiku, dia bawa botol wine yang kemarin belum habis, disiramkan ke tubuhku, lalu dia menjilatinya dari leher, kebuah dadaku kemudian turun divaginaku, dia berhenti lama disitu, dijilatinya dari ujung bawah sampai ke clitorisku dengan lidahnya.

Nafsuku kembali naik,…dan kini aku siap menerima kejantananya dan orgasme…

“Massss,…cepat masukin, mass……“
” Ma, aku sayang padamu ma…….“ kata mas Aris sambil mengarahkan kejantanannya ke vaginaku
„Sini mas,……aku ciumin dulu, naik sini mas,……………..“

Mas Aris mengangkangiku, kejantanannya tepat didepan mulutku, karena dorongan nafsuk yang menggebu, aku jilat kantung pelirnya berulang, kujilati batang penisnya dari ujungnya yang sudah basah sampai pangkalnya, lalu aku kulum penis itu seluruhnya sampai semua masuk kemulutku, lidahku kumainkan dengan kasih sayang, dibenakku sudah bulat, ini adalah kejantanan miliku, calon suamiku,…….walau kecil tapi batang itu keras sekali, beberapa kali aku kulum , tapi tiba-tiba tangan mas Aris menekan kepalaku ke penisnya

„Aaaaaaduuh…ma…..ma…..ma…….akhh……..“

Berbarengan dengaan teriakannya terasa kedutan penisnya didalam mulutku, aku kaget dan tidak sempat bereaksi, apalagi kepalaku ditahan tangannya, crut…crut…. semua sperma tersembur melewati kerongkonganku…baru pada kedutan kelima aku berhasil mencabut penisnya dari mulutku, tapi tak urung kedutan berikutnya sperma itu menyiram mata dan hidungku.

Aku terbelalak kaget, dan merasa terhina, aku baru sekali ini menelan spermanya laki-laki , walaupun aku pernah disiram mukaku deengan sperma 3 cowok dalam party, aku belum pernah sampai menelannya, aku membelalak ingin mencakar muka mas Aris.

“Aduh,…..maafkan aku ma….., …maafkan ya Rin..“ katanya sambil menunduk, dia bangun mengambil tissue, kemudian sisa sperma yang ada dimataku dilap lembut, dan aku jadi luluh
“Aku….tak kuat menahannya Rin,“ ……“kau jadilah isteriku Rin …“ katanya sambil mengelus rambutku.
“Mas, kamu masih menganggapku sebagai pelacur, ya?“ kataku lirih
“Demi Tuhan tidak Rin, tadi aku tidak kuat menahannya“
“Aku memang pelacur mas, kan besok sepulang dari rumah ini aku masuk kerja lagi …“
“Jangan Rin, kamu tinggalah disini, atau aku sewakan rumah sampai kita menikah nanti, dan aku mohon, jangan masuk kerja lagi“

„Aku belum bisa mas, belum siap“ Sebetulnya bukan itu, tapi hasil kerjaku 2 bulan terakhir kira-kira 4 juta masih ditahan boss.

Larut malam berjalan dengan kebisuan, aku menangis, air mataku mengalir deras, tak menyangka aku harus mengalami peristiwa seperti ini, dan esok paginya aku minta diantar pulang ke kost, dan uang 10 juta yang dimasukan mas Aris ke tasku tidak aku bawa.

Seminggu sesudah peristiwa itu, mas Aris datang ke tempat kerjaku membawa bungkusan kecil, aku mengajaknya masuk tapi dia tidak mau, dia berkata terpatah-patah diselingi musik Kris Dayanti yang diputar dibar

“Rin ini untuk kamu, kalau kamu tidak bersedia buanglah disini atau berikan ke temanmu“ sambil menyerahkan bungkus kecil, aku terima dan aku buka ternyata berisi cincin dengan permata jingga, aku amati sebentar, ternyata dicincin tertera nama Rina, jadi aku terima.

“Terima kasih mas“ kataku

Pembaca, peristiwa diatas terjadi pada tahun kedua saya kerja, dan akhirnya saya tidak jadi menjadi isteri mas Aris, dan tetap bekerja pada Spa , bukan aku masih ingin terus bekerja sebagai Escort, atau bukan karena aku terhina karena harus menelan sperma mas Aris, tapi…….karena barangnya yang ‚kecil“-nya itu, dan aku yakin aku tidak akan dapat kepuasan apabila aku jadi isterinya

Dan sehari setelah pulang ketempat kost, paginya aku masuk kerja kembali sebagai massage-girl di Spa ++ itu.- Cerita Sex, Cerita Sex Dewasa, Cerita Bokep, Cerita Seks, Cerita Panas Indonesia, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Hot.